Setiap kali pemerintah bangun jalan tol baru atau renovasi jembatan, ada satu sumber utama dananya: pajak rakyat.
Tapi, tahukah kamu kalau tidak semua uang pajak itu langsung berubah jadi infrastruktur? Sebagian justru “menguap” lebih dulu — lewat proses panjang yang rumit dan penuh potongan di sana-sini.
Mari kita bongkar jalurnya.
Dari Kantong Rakyat ke Kas Negara
Setiap bulan, jutaan orang Indonesia setor pajak: dari gaji, belanja, hingga bisnis. Uang itu masuk ke APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) — semacam “dompet besar” negara.
Namun, dari total ribuan triliun rupiah yang terkumpul, tidak semuanya bisa langsung digunakan untuk membangun infrastruktur.
Mengapa?
Karena sebelum beton pertama dituang, negara harus menutup banyak “tagihan lama”: gaji ASN, subsidi BBM dan listrik, bunga utang, bantuan sosial, hingga biaya birokrasi.
Biaya Operasional yang Tak Terlihat
Pernah dengar istilah belanja pegawai atau belanja barang dan jasa?
Itulah pos besar dalam APBN yang sering menggerus anggaran pembangunan fisik.
Misalnya, proyek jembatan senilai Rp100 miliar, bisa jadi hanya Rp70 miliar yang benar-benar sampai ke lokasi pembangunan.
Sisanya? Terpakai untuk koordinasi, studi kelayakan, perjalanan dinas, laporan administrasi, dan berbagai biaya pendukung.
Bukan berarti semuanya disalahgunakan — tapi rantai birokrasi yang panjang membuat efisiensi anggaran sulit dijaga.
Korupsi, Penggelembungan, dan Kebocoran
Di sisi lain, masalah klasik seperti korupsi dan mark-up anggaran masih jadi batu sandungan besar.
Setiap “potongan” di tengah jalan berarti pajak rakyat tidak sepenuhnya bekerja untuk rakyat.
Menurut berbagai laporan audit, ratusan miliar rupiah setiap tahun menguap karena penyalahgunaan anggaran, proyek fiktif, atau kualitas pekerjaan yang tidak sesuai.
Infrastruktur Tak Cukup dengan Anggaran, Tapi Integritas
Membangun jalan tol atau jembatan bukan cuma soal dana.
Butuh sistem yang transparan, akuntabel, dan efisien, agar setiap rupiah pajak punya dampak nyata bagi masyarakat.
Selama jalur uang masih berliku, pajak rakyat akan terus bocor sebelum berubah jadi beton.
Dan sampai itu diperbaiki, pertanyaan “ke mana uang pajak kita sebenarnya pergi?” akan terus menggema.
TAXVISORY menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak, perencanaan pajak, pendampingan atas pemeriksaan pajak yang selalu terbaharui dengan peraturan dan regulasi pajak terbaru. Ketemuan aja dulu..
Silahkan tanya dan hubungi kami di 021-39728888, admin@taxvisory.co.id.