Dalam dunia akuntansi dan perpajakan, perbedaan utama antara Stelsel Kas (Cash Basis) dan Stelsel Akrual (Accrual Basis) terletak pada kapan sebuah transaksi diakui dan dicatat.
Berikut adalah perbandingan mendalamnya untuk membantu Anda memahami mana yang lebih cocok atau sesuai regulasi:
Perbedaan Utama
| Karakteristik | Stelsel Kas (Cash Basis) | Stelsel Akrual (Accrual Basis) |
| Waktu Pencatatan | Saat uang tunai diterima atau dikeluarkan. | Saat transaksi terjadi, terlepas uang sudah pindah tangan atau belum. |
| Pendapatan | Diakui saat uang masuk ke kantong/rekening. | Diakui saat tagihan (invoice) diterbitkan atau jasa diberikan. |
| Beban/Biaya | Diakui saat tagihan dibayar. | Diakui saat manfaat biaya tersebut dirasakan atau kewajiban muncul. |
| Akurasi Laba | Kurang akurat untuk jangka panjang karena hanya melihat arus kas. | Lebih akurat dalam menggambarkan posisi keuangan asli perusahaan. |
| Kompleksitas | Sangat sederhana, cocok untuk usaha kecil/individu. | Lebih kompleks, perlu pencatatan piutang dan utang. |
Contoh Sederhana
Bayangkan Anda seorang konsultan pajak yang menyelesaikan proyek di bulan Desember 2025, tetapi klien baru membayar Anda di bulan Januari 2026.
- Stelsel Kas: Pendapatan dicatat di tahun 2026 (saat uang diterima).
- Stelsel Akrual: Pendapatan dicatat di tahun 2025 (saat pekerjaan selesai dan invoice dikirim).
Sudut Pandang Perpajakan di Indonesia
Dalam konteks Undang-Undang PPh, hal ini sangat krusial:
- Standar Umum: Secara umum, wajib pajak di Indonesia diwajibkan menggunakan Stelsel Akrual. Ini dianggap memberikan gambaran penghasilan yang lebih adil setiap tahunnya.
- Pengecualian (Stelsel Kas): Diperbolehkan bagi Wajib Pajak orang pribadi atau badan tertentu (seperti yang memiliki peredaran bruto di bawah jumlah tertentu/UMKM) dengan syarat:
- Harus digunakan secara taat asas (konsisten).
- Penghitungan PPh tetap harus memperhatikan elemen yang tidak sekadar kas (misal: penyusutan aset tetap atau persediaan barang).
Mana yang Sebaiknya Dipakai?
Jika Anda sedang menggunakan Coretax, sistem ini sangat mendukung integrasi data secara Akrual karena setiap faktur pajak yang Anda terbitkan akan langsung terbaca sebagai potensi omzet, meski pembayaran mungkin belum Anda terima secara tunai.
TAXVISORY menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak, perencanaan pajak, pendampingan atas pemeriksaan pajak yang selalu terbaharui dengan peraturan dan regulasi pajak terbaru. Ketemuan aja dulu..
Silahkan tanya dan hubungi kami di 021-39728888, admin@taxvisory.co.id.